7 Olahraga Terbaik untuk Penderita Obesitas

7 Olahraga Terbaik untuk Penderita Obesitas

Diposting pada

7 Olahraga Terbaik untuk Penderita Obesitas

 

Acapkali penderita obesitas malu melakukan olahraga. Dengan tubuh besar, rasanya tidak mungkin olahraga di tempat umum. Akhirnya mereka memilih tubuh tetap kegemukan. Sebetulnya ada olahraga untuk penderita obesitas yang minim risiko dan potensial. Para pengamat obesitas menjamin bahwa 7 olahraga ini sangat bagus untuk penderita obesitas.

Senam

Senam merupakan olahraga dasar yang terbaik untuk penderita obesitas. Gerakan-gerakan senam sangat ringan dan tidak membahayakan. Setiap gerakan terkondisi dengan ketukan nada pada musik. Selain bisa membuat berbagai macam pergerakan, Anda juga bisa menghirup udara bebas di luar.

Olahraga senam tidak harus dilakukan bersama banyak orang. Saat ini sudah banyak ahli senam yang menyelipkan tutorial senam melalui video. Pelajari video tersebut. Kemudian ikuti setiap pergerakan. Namun alangkah baiknya kalau olahragauntuk penderita obesitas ini dilakukan sembari menghirup udara pagi yang masih basah dan segar.

Jenis senam yang cocok untuk penderita obesitas juga tidak boleh sembarangan. Lakukan senam aerobik, senam umum, atau senam ritmik untuk mendasari latihan olahraga Anda. Sementara senam artistik, senam akrobatik, dan senam trampolin sama sekali tidak disarankan. Senam jenis terakhir hanya untuk para atlet senam yang sudah mahir.

Berjalan seperti Biasa

Bagi penderita obesitas, amat tidak disarankan lari sprint untuk membuat tubuh kurus. Sendi-sendi yang tidak terbiasa olahraga berat kemungkinan bisa cedera. Ketika Anda jalan seperti biasa dalam jarak tempuh cukup jauh, maka banyak lemak jenuh yang akan terbakar. Tingkat efektivitasnya sama besar dengan olahraga berat dalam waktu singkat.

Berjalan seperti biasa bagi penderita obesitas itu tidak semudah kedengarannya. Tanda-tanda pembakaran lemak umumnya ditandai rasa capai untuk Anda yang baru pertama kali melakukannya. Tidak apa-apa istirahat kalau merasa capai. Sebentar saja. Lalu dilanjutkan berjalan kembali hingga pulang ke rumah. Lakukan setiap pagi agar hasilnya optimal.

Kalau Anda kurang percaya diri, lakukan olahraga ini ketika pagi belum terbit. Barangkali ketika masih jam 5 pagi. Pergilah ke pegunungan agar kaki terlatih dengan tanjakan kecil. Jalan biasa di treatmil juga bagus, sebab kecepatan landasan bisa Anda atur sendiri. Waktu latihan untuk olahraga ini sekiranya 1 jam per hari.

Renang
7 Olahraga Terbaik untuk Penderita Obesitas

Olahraga renang sangat bagus untuk menjaga kestabilan detak jantung. Bisa dibilang kalau kesehatan detak jantung itu merupakan poros keberhasilan olahraga apa pun untuk penderita obesitas. Lakukan olahraga renang setiap hari. Bebas waktunya, asalkan Anda sempat. Lebih amannya, lakukan renang di kolam renang, jangan di sungai.

Pilih pula kolam renang yang memiliki tingkatan berdasarkan keahliannya. Jadi Anda bisa menyesuaikan kedalaman yang bagus saat pertama kali memulainya. Secara bertahap, nanti kemampuan Anda akan meningkat. Olahraga renang di sini bukan bertujuan menjadi ahli renag. Akan tetapi agar jantung Anda terbiasa sehat. Bahkan hanya berendam pun boleh.

Bersepeda

Olahraga bersepeda juga bisa membuat sendi-sendi dalam tubuh Anda ikut bergerak. Oleh karena itu, kalau masih menyimpan sepeda di rumah langsung gunakan saja. Lakukan olahraga bersepeda setiap hari dengan jarak tempuh kira-kira 6 kilometer, maka lemak dalam tubuh Anda akan banyak yang terbakar.

Ketika bersepeda, lakukan santai saja. Jauh lebih sehat ketika Anda memakai sepeda gunung dan mengarungi lintas di kawasan pegunungan yang asri. Badan yang bergerak dipadu dengan alam segar bisa membuat Anda tetap bugar meskipun jarak yang ditempuh lebih dari 6 kilometer.

Selain itu, sepeda gunung memiliki rantai yang tidak statis. Beban kayuhannya bisa Anda sesuaikan dengan kemampuan kaki. Akan tetapi perlu dicatat pula. Kalau olahraga untuk penderita obesitas ini sudah sering dilakukan, tambah lagi beban kayuhnya. Nanti lama-lama pelipatan lemak dalam tubuh akan berkurang seiring waktu.

Angkat Beban

Berat beban untuk latihan disesuaikan saja dengan kemampuan Anda. Nanti secara bertahap bisa ditambah kalau dirasa kuat. Para pegiat olahraga sering menganjurkan orang yang kena obesitas agar melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Maksudnya, lakukan olahragadi luar batas kemampuan. Nanti hasilnya jauh lebih cepat didapat dari sebelumnya.

Sebetulnya cara itu tidak salah. Hanya saja kiat itu khusus untuk penderita obesitas yang sudah berolahraga selama berbulan-bulan. Khusus untuk Anda yang baru saja memulai, lebih baik dikondisikan saja. Angka beban yang bagus untuk latihan adalah ΒΌ dari beban Anda. Kalau terlalu berat, bisa diturunkan hingga sesuai.

Olahraga angkat beban bisa membakar lemak dalam tubuh Anda dengan lebih cepat dari olahraga lain. Selain bisa bikin tubuh kegemukan berkurang, olahraga ini juga bisa membentuk otot-otot yang tersembunyi di dalam tubuh. Semakin hari Anda berolahraga, maka semakin bagus tubuh Anda.

Bermain Badminton

Olahraga badminton juga cocok untuk Anda yang saat ini tengah menderita obesitas. Menurunkan berat badan sambil bermain selalu menyenangkan. Ajak seseorang yang mau bermain badminton. Tidak perlu yang sudah mahir. Pemain amatir atau pemula juga bagus untuk latihan olahraga yang Anda terapkan.

Titik pentingnya adalah ketika tubuh bergerak, otot-otot dalam tubuh berkontraksi, lalu keringat berleleran. Bermain badminton beberapa menit saja pasti sudah bisa membuat lemak Anda banyak yang terbakar. Apalagi kalau menerapkan kebiasaan olahraga ini setiap hari minimal 30 menit.

Rollerblade

Barangkali Anda masih asing dengan istilah olahraga ini. Cara melakukan olahraga ini cukup sederhana. Cobalah buat satu garis lurus seukuran separuh kaki dalam ruangan. Kemudian berjalanlah di atas trek lurus tersebut tanpa kaki keluar dari lintasan. Lakukan sebaliknya ketika menemui titik buntu di depan.

Olahraga untuk penderita obesitas ini bertujuan untuk membangun keseimbangan dalam tubuh. Mungkin terlihat sepele, tetapi untuk orang yang terkena obesitas tentu lebih sulit. Akan jauh lebih baik kalau olahraga ringan ini dilakukan setelah menjalani olahraga lainnya. Kombinasikan dengan olahraga yang membentuk otot, balance, dan daya tahan tubuh.

Tentu menjadi sebuah kekeliruan ketika seseorang lebih memilih cara instan untuk mengatasi obesitas. Upaya ini tidak ada kaitannya dengan obat kimiawi maupun ritual lain yang di luar logika. Cukup dengan melakukan ke-7 olahraga untuk penderita obesitas seperti di atas, maka tubuh Anda akan berangsur-angsur kembali seperti semula.