1:58 am - Friday December 15, 2017

Sejarah

SEJARAH RSPI Prof. Dr. SULIANTI SAROSO

 

Sejarah Rumah Sakit ini dimulai dengan keberadaan Station Karantina di Pulau Onrust Kuiper, Kepulauan Seribu, Jakarta.

 

Tahun 1958

Station Karantina dipindahkan ke Tanjung Priok. Fungsi utama waktu itu adalah untuk menampung penderita cacar yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Antara tahun 1964-1970 Station ini telah merawat sebanyak 2.358 penderita cacar.

 

Tahun 1978

Dengan dinyatakannya Indonesia bebas cacar pada tahun 1972, maka berdasarkan Kepmenkes RI No. 148/Menkes/SK/78 tertanggal 28 April 1978, Station Karantina  berubah menjadi RS Karantina yang berada di bawah Direktorat Jenderal P4M, Depkes RI. Rumah Sakit Karantina mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan pelayanan pengobatan, perawatan, karantina dan isolasi serta pengelolaan penyakit menular tertentu sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

 

Tanggal 17 Juni 1992

Dengan adanya tuntutan pengembangan tugas pokok dan fungsi, pengembangan fisik bangunan, sarana/prasarana, sumber daya manusia, teknologi, dan lain-lain, maka dilakukan peletakan batu pertama pembangunan RSPI-SS  oleh Menteri  Kesehatan RI, Dr. Adhyatma MPH, disaksikan oleh Duta Besar Jepang, Michihiko Kunihiro di lokasi baru sekarang ini, karena di lokasi yang lama sudah tidak memungkinkan lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pembangunan rumah sakit ini atas bantuan Hibah Pemerintahan Jepang dengan konsultan  utama YAMASHITA SEKKIE INC, pelaksana pembangunan fisik TAISEI CORPORATION dan pengadaan sarana NICHIMEN CORPORATION  yang didirikan di atas tanah milik Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

 

Tanggal 24 Sept 1993

Pembangnan RSPI-SS selesai, kemudian secara resmi diserahkan pemerintahan Jepang ke Indonesia. Tanggal 1 Desember 1993, proses pemindahan kegiatan pelayanan pasien dari RS Karantina mulai dilaksanakan.

 

Tanggal 1 Jan 1994

RS Karantina resmi ditutup, RSPI-SS mulai dibuka untuk umum.

 

Tanggal 20 Jan 1994

Berdasarkan Kepmenkes RI No. 55/Menkes/SK/1994 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSPI-SS, maka RSPI-SS merupakan unit organik Depkes yang bertanggung jawab langsung ke Ditjen PPM dan PLP, Depkes RI. Tujuan jangka panjang RSPI-SS adalah sebagai pusat rujukan nasional penyakit menular dan penyakit infeksi lainnya.

 

Tanggal 1 April 1994

RSPI-SS diresmikan olah Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Sujudi, disaksikan oleh Dubes Jepang, dan Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu Letnan Jenderal (Purn) Soerjadi Soedirdja.

 

Tahun 1996

Berdasarkan Kepmenkes No 113/Menkes/SK/II/96, RSPI-SS menjadi Rumah Sakit tipe B non-Pendidikan.

 

Tanggal 13 Jan 2005

Berdasarkan Kepmenkes No. 66/Menkes/SK/I/2005, RSPI-SS menjadi RS Vertikal, Tipe B Pendidikan, Eselon II B.

 

Tanggal 21 Juni 2007

Berdasarkan Kepmenkeu No. 270/KMK.05/2007 dan Kepmenkes No. 756/Menkes/SK/VI/2007, RSPI-SS menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

 

Tanggal 11 Maret 2008

Berdasarkan Kepmenkes No. 247/Menkes/PER/III/2008, RSPI menjadi RS Tipe B Pendidikan, Eselon II A.

 

Tanggal 25 Nov 2009

Berdasarkan Kepmenkes No. 1138/Menkes/SK/XI/2009, RSPI-SS merupakan Pusat Kajian dan Rujukan Nasional Penyakit Infeksi.

 

Tanggal 25 Okt 2011

Berdasarkan Permenkes No. 2073/Menkes/PER/X/2011, RSPI-SS merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Ditjen BUK (perubahan Bab I pasal 1  Permenkes 247/2008).

 

5,194 total views, 7 views today

banner-HIV.png
banner-demam-berdarah.png